Masalah di Sepertiga Akhir Disorot
Hasil imbang Manchester City melawan Brighton & Hove Albion semakin mempersulit Cityzens meraih gelar juara Liga Inggris musim ini. Artinya, Arsenal kini memimpin mereka dengan selisih lima poin dengan satu pertandingan tersisa.
Hasil imbang Manchester City dengan Brighton membuat Cityzens mencetak gol melalui penalti Erling Haaland di babak pertama, yang melengkapi tonggak sejarah 150 gol Erling Haaland, tetapi Karou Mitoma menyamakan kedudukan di babak kedua untuk merebut satu poin bagi tim tamu.
Apa yang Kami Pelajari dari Hasil Undian Manchester City Baru-baru ini
Hasil imbang Manchester City dengan Brighton terjadi meski pasukan Pep Guardiola mendominasi jalannya pertandingan. Ini adalah hasil imbang ketiga berturut-turut mereka dan sekali lagi menyoroti masalah yang mengganggu mereka di lini depan.
Melawan Sunderland, Cityzens menguasai 67% penguasaan bola dan melepaskan 14 tembakan ke gawang. Namun, hanya empat di antaranya yang tepat sasaran. Pada laga melawan Chelsea, Manchester City menguasai 58% penguasaan bola dan melepaskan 14 tembakan, hanya tiga yang tepat sasaran. Sekali lagi, saat Manchester City bermain imbang dengan Brighton, mereka menguasai 59% penguasaan bola, namun hanya tujuh dari 20 tembakan mereka yang tepat sasaran.
Ini adalah masalah yang disoroti oleh hasil imbang Manchester City dalam beberapa pertandingan terakhir. Mereka memiliki pemain nomor 9 terbaik di dunia dalam diri Haaland, yang telah mencetak 26 gol musim ini. Berita utama kini menyoroti ‘Erling Haaland 150 gol,’ sebuah pencapaian luar biasa yang terjadi di musim keempatnya bersama Manchester City.
Namun, karena sebagian besar tim bermain dengan blok rendah melawan mereka, selalu ada banyak kaki di kotak lawan, yang memaksa mereka untuk melepaskan tembakan dari jarak 20-25 yard. Hal ini menjelaskan banyaknya jumlah tembakan yang sebagian besar tidak tepat sasaran.
Ada dua cara Cityzens mencetak gol mereka musim ini. Entah Haaland yang menegaskan kehadirannya di dalam kotak penalti, atau Foden yang mencetak gol dengan tembakan dari tepi kotak penalti. Lawan mereka tahu bahwa jika mereka bisa memblok area tengah di dalam kotak, mereka bisa mengurangi efisiensi serangan Manchester City.
Mereka mungkin punya cara lain untuk menerobos pertahanan oposisi Cityzens. Melalui pemain sayap eksplosif mereka, Jeremy Doku, yang memotong dari sayap kiri ke dalam kotak. Pergerakan Doku akan memungkinkan Cityzens untuk memperluas pertahanan lawan untuk menciptakan lebih banyak ruang di area tengah.
Namun, Doku tidak tampil di sebagian besar pertandingan terakhir Cityzens. Memainkan Rayan Cherki dan Bernardo Silva di sayap memberi Manchester City retensi bola yang lebih baik, namun mengurangi daya ledak dalam serangan mereka yang diperlukan untuk mendobrak pertahanan terbuka dan menciptakan ruang tembak di dalam kotak.
ANDA MUNGKIN JUGA SUKA: Brentford vs Sunderland 3-0: Lebah Terbang Ke Enam Besar Saat Kombinasi Fantastis Thiago dan Schade
Banyak Hal yang Harus Dilakukan
Man City masih memiliki jarak yang harus ditempuh untuk mengejar Arsenal. Mereka harus berharap The Gunners segera kehilangan poin. Kecuali itu terjadi, pasukan Mikel Arteta tetap menjadi favorit untuk memenangkan gelar Liga Premier.
Hasil imbang Manchester City lainnya, kali ini melawan Brighton, adalah pertandingan lain yang dapat dijadikan pelajaran bagi Cityzens dan terus ditingkatkan di pertandingan berikutnya.
Dalam skenario seperti itu, masih harus dilihat apakah Manchester City dapat memperkecil jarak dengan Arsenal di pertandingan mendatang.
Foto Utama
Kredit: IMAGO / Media Setiap Detik
Tanggal Perekaman: 07.01.2026
Agen Togel Terpercaya
Bandar Togel
Sabung Ayam Online
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel
News
Breaking News
Berita